Kamis, 28 Maret 2019

BUDIDAYA IKAN DI KOLAM TERPAL


        
Cara budidaya ikan yang cocok untuk area sekitar rumah yang sempit adalah dengan menerapkan cara budidaya ikan di kolam terpal.  Karena kolam terpal tidak memerlukan lahan yang luas dan tidak perlu menggali tanah terlalu dalam.
                Selain itu dengan memakai budidaya kolam terpal, air yang digunakan juga tidak terlalu banyak, asalkan kolam terpal yang digunakan dalam kondisi baik alias tidak bocor.  Sehingga dapat menghemat biaya yang dikeluarkan.
Selain lebih praktis dan mudah diaplikasikan di lahan terbatas, budidaya ikan dikolam terpal lebih hemat biaya dibandingkan dengan pembuatan kolam tembok.  Ditambah lagi budidaya ikan di kolam terpal juga memiliki keunggulan Budidaya ikan di kolam terpal dinilai praktis dan hemat  biaya karena untuk pembuatan kolam, peternak dapat menggunakan baligho bekas dengan keadaan yang masih baik
Cara budidaya ikan air tawar kolam terpal tidak jauh berbeda dengan budidaya ikan air tawar pada umumnya. Ada banyak pilihan ikan yang dapat dibudidayakan dalam kolam terpal diantaranya ikan lele, ikan nila, ikan gabus, ikan mas, dan lain – lain.
Langkah – Langkah Budidaya Ikan Air Tawar di Kolam Terpal
Cara budidaya ikan air tawar kolam terpal diterapkan pada lahan dengan air dan luas yang terbatassempit  yang dapat meminimalisir biaya perawatan ikan air tawar.
 Persiapan Alat dan Bahan.
Bahan dan alat yang dibutuhkan harus sesuai dengan luas kolam yang akan dibuat. Peternak harus membeli terpal sesuai dengan luas yang dibutuhkan atau menggunakan terpal bekas yang masih bagus.  Dasar dan dinding kolam yang dapat digunakan yakni tanah, bambu, atau besi.
Persiapan Lahan
·                  Cara budidaya ikan air tawar kolam terpal pada umumnya menyediakan lahan dengan luas lahan yang tersedia.
·                  Jenis ikan yang akan dibudidaya juga berpengaruh pada kedalaman kolam dan kepadatan benih yang ingin disebar.
·                  Pemilihan lahan yang terkena sinar matahari langsung dan tidak langsung harus diperhatikann sesuai degan kebutuhan jenis ikan.

 Pembuatan Kolam Terpal
Pembuatan kolam dengan batas dari kayu dan besi harus dibuat lubang sehingga sirkulasi air masuk dan keluar dapat berjalan dengan baik.
·                   Pembuatan kolam dengan dasar dan pinggiran tanah hanya perlu mengubur pinggiran  terpal yang digunakan sehingga tidak terjadi tarik menarik yang akan beresiko kebocoran.
·                   Pada kolam berdasar tanah direkomendasikan untuk meratakan permukaan bawah dengan batu bata yang ditutupi dengan sekam.
·                   Permukaan bawah yang rata akan memberikan cukup pengaruh pada perkembangan ikan.
                                                                                                                                                                         

o                Pembuatan saluran air yang baik di kolam berguna untuk mempertahankan kejernihan  air tanpa harus dilakukan pengurasan.

o                Saluran juga akan membuat sirkulasi uara di air menjadi baik, sehingga ikan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
o                Pembuatan sirkulasi yang baik yakni menggunakan pipa 1 inch dan pump air serta penyaring.
o               Pembuatan saluran buangan pada umumnya menggunakan pipa 5 – 10 inch sesuai dengan kebutuhan.
o                membuat saluran air untuk pembuangan air. karena nanti ketika dalam.
o                Kolam air yang diisi dibiarkan beberapa saat untuk melihat ada atau tidaknya volume air yang berkurang, karena kebocoran.
o                kemudian pada kolam yang sudah siap ditaburkan pupuk kandang atau pupuk organik.
o               Kolam yang telah ditaburi kemudian didiamkan selama beberapa hari (2 – 3 hari).
o               Kolam yang telah berwarna kehijauan pertanda telah banyaknya plakton dan hewan kecil yang berkembang biak. Plankton da berbagai mahluk kecil akan menjadi nutrisi untuk ikan air tawar.



Penebaran Benih Ikan 


 -       Bibit ikan ditebar dengan sesuai dengan luas kolam dan kepadatanya.
-        Ikan tidak perlu diberi makan 2 – 3 hari karena dibiarkan memakan hewan kecil dan plankton yang telah menyebabkan kolam berwarna hijau.
-       Pemberian pakan ikan harus disesuaikan dengan jenis ikan yang dibudidayakan..
-       Skala pemberian pakan tergantung pada besar ikan dan kebutuhan setiap jenis. Para peternak harus memperhatikan jumlah pakan yang diberikan. Jumlah pakan yang berlebihan dapat menimbulkan keracunan pada ikan.
-       Pada ukuran bibit pada umumnya pakan diberikan dalam skala 2 kali sehari yakni pagi dan sore dengan takaran yang sesuai.
-       Pemberian vitamin akan menghidari ikan dari berbagai bakteri dan jamur yang membuat kematian pada ikan. Vitamin akan membuat tubuh ikan bertambah kuat dan mengalami proses pertumbuhan yang maksimal.
-       Perawatan terhadap berbagai hama harus diperhatikan sehingga ikan dapat dibudidayaka dengan baik.
-       Ikan harus diperhatikan setiap harinya, ikan yang mengalami perkembangan pesat dan perkembangan lambat, keduanya harus disortir dan dipisahkan. Hal tersebut terjadi kemungkinan karena adanya kompetesi antar ikan dalam makanan.
-       Ikan yang berkembang pesat dan tumbuh menjadi induk terbaik untuk sumber bibit berikutnya.
-       Pengurasan air kolam dapat dilakukan tergantung pada kebutuhan. Pengurasan air harus teratur tergantung pada jenis ikan agar pertumbuhan menjadi lebih maksimal.

Pemanenan Ikan dari Kolam Terpal


Sebelum melalukan pemanenan ikan, harus ditentukan  panen yang akan dilakukan sebagian atau menyeluruh. Pemilihan tersebut dapat berdasarkan bobot ikan maupun kebutuhan pasar.
Ikan yang dipanen diangkat menggunakan air kemudian bobot ikan tidak memenuhi syarat sebaiknya dipisahkan terlebih dahulu. Hal tersebut karena dikhawatirkan adanya luka pada ikan.
Ikan – ikan yang tidak sesuai kriteria dan terkena jaring sebaiknya diberi obat malachite grin 0,5-1,0 ppm selama 1 jam untuk mengobati luka.
Sumber :
-       Dyk, Echa.  2017. Panen ikan patin kolam terpal. Di download dari laman https://arenahewan.com.
-       Purwanti Puput, A.Md. 2017.  Budidaya ikan patin di kolam terpal.  Didownload dari laman https://ilmubudidaya.com.
-       Anto, Mas. 2014.  Pembesaran ikan patin di kolam terpal.  di download dari laman https://www.banyudadi.com.
-       Hardy.  2018. Cara budidaya ikan lele.  Didownload dari laman https://jualkolamterpal.co

Selasa, 26 Maret 2019

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUDIDAYA IKAN DI KOLAM TERPAL


Kolam Terpal kini kian populer dan sering dijadikan pilihan untuk tempat budidaya ikan. Selain jenis ikan Lele, jenis ikan air tawar lain seperti Gurami dan Patin juga dapat dibudidayakan secara optimal pada kolam terpal. Banyak orang yang telah sukses menerapkan budidaya ikan di kolam terpal ini.
Cara budidaya ikan air tawar kolam terpal tidak jauh berbeda dengan budidaya ikan air tawar pada umumnya. Ada banyak pilihan ikan yang dapat dibudidayakan dalam kolam terpal diantaranya ikan lele, ikan nila, ikan gabus, ikan mas, dan lain – lain.
Menggunakan kolam terpal sebagai media pemeliharaan ikan patin memang sangat menguntungkan, namun agar kita hasil panen yang di dapat lebih optimal kita tetap membutuhkan beberapa tips dan strategi khusus untuk mengetahui lebih lanjut kelemahan dan kekurangan yang di hadapi di lapangan.  Berikut ini ada beberapa tips yang bisa diterapkan untuk mencapai hasil optimal.
Selain lebih praktis, mudah diaplikasikan di lahan terbatas serta biaya pembuatan yang relatif lebih murah dibanding kolam tembok, budidaya ikan di kolam terpal juga memiliki keunggulan dibanding budidaya ikan di kolam tembok atau kolam tanah.


1. Pemilihan Tipe Dari Kolam Terpal. 

Kolam terpal adalah salah satu pilihan cara beternak ikan patin. Namun ternyata penggunaan media kolam terpal masih di bagi menjadi beberapa bagian. Ada 4 tipe kolam terpal yang masing-masing bisa dipilih sesuai anggaran dan pertimbangan lokasi. Keempat tipe tersebut antara lain adalah:

1.  Kolam keseluruhan
2.  Kolam tembok dilapisi terpal
3.  Kolam tanah dilapisi terpal
4.  Kolam terpal instan

2. Persiapan Alat Pendukung Kolam Terpal Untuk Ikan Patin 

Tips Kedua dalam Pengelolaan Kolam Patin Terpal Agar Mendapatkan Hasil Yang Optimal adalah kesiapan alat-alat pendukung untuk kolam terpal ikan patin. Anda harus menyiapkan beberapa perlengkapan seperti pompa air, blower, paralon (bisa diganti dengan selang), ember, penjaring untuk memanen benih.


Kelebihan Kolam Terpal
Keunggulan kolam terpal untuk budidaya ikan air tawar  diantaranya adalah :
  1. Kolam Terpal Dapat Diaplikasikan Pada Daerah Kurang Air
Bagi anda yang tinggal di pesisir pantai yang notabene tanahnya berpasir dan kurang mampu menahan air (porous), kolam terpal merupakan pilihan yang tepat untuk budidaya ikan. Budidaya ikan pada kolam tanah di daerah pesisir pantai atau daerah lain yang tanahnya porous akan menemui kendala karena air akan terus berkurang karena langsung meresap ke tanah. Kolam terpal inilah solusi yang ciamik jika anda ingin mencoba usaha budidaya ikan.
  1. Suhu Air di Kolam Terpal Lebih Stabil
Pengalaman pembudidaya gurame di Kulon Progo membuktikan kolam terpal mampu menahan fluktuasi suhu kolam yang biasanya terjadi saat perubahan musim. Rahasianya terletak pada alas sekam yang ditebar sebelum terpal di pasang. Pada musim kemarau alas sekam tersebut disiram air agar cepat busuk. Proses pembusukan sekam ini kemudian menghasilkan panas yang pada akhirnya mampu menjaga suhu air di kisaran ideal untuk budidaya gurame.
  1. Ikan Kolam Terpal Tidak Berbau Tanah
Berbeda dengan budidaya di kolam tanah yang biasanya ikan hasil panenan masih berbau lumpur, ikan hasil budidaya di kolam terpal sama sekali tidak berbau lumpur. Ikan yang tidak berbau lumpur relatih lebih disukai oleh para konsumen.
  1. Panen Ikan Lebih Mudah
Karena ukurannya yang umumnya tidak terlalu besar, panen ikan di kolam terpal relatif lebih mudah dilakukan. Selain itu dasaran kolam terpal biasanya hanya terdapat sedikit lumpur atau malah tidak ada sama sekali sehingga panen ikan di kolam terpal lebih mudah untuk dilakukan.
  1. Pengolahan Kolam Terpal Lebih Cepat
Proses pembersihan dan pengeringan kolam terpal sebelum digunakan kembali jelas lebih cepat dibanding dengan kolam tanah. Proses pembersihan dan pengeringan ini lazim dilakukan para pembudidaya ikan untuk memutus mata rantai bibit penyakit. Kolam tanah umumnya memerlukan waktu 2-7 hari untuk proses pengeringan. Kolam terpal hanya memelukan waktu beberapa jam saja atau paling lambat 1-2 hari untuk proses pengeringan.
  1. Padat Tebar Benih Ikan Lebih Tinggi
Pada budidaya ikan di kolam tanah umumnya jarang dilakukan pembersihan kotoran ikan dan sisa pakan yang menumpuk di dasar kolam. Penumpukan sisa pakan dan kotoran ikan ini kemudian akan menghasilkan amonia dan hidrogen sulfida yang bersifat racun bagi ikan. Ikan pun kemudian ogah untuk berenang di dasar kolam. Akibatnya ruang gerak ikan menjadi terbatas.
Lain halnya jika budidaya ikan dilakukan pada kolam terpal. Kotoran ikan dan sisa pakan yang menumpuk di dasar kolam lebih mudah dibersihkan dengan cara disedot (shift pond). Ruang gerak ikan menjadi lebih luas karena ikan dapat berenang di dasar kolam tanpa takut teracuni amonia.
  1. Jarang Ditemui Hama & Penyakit
Hama yang memangsa ikan khususnya benih jarang ditemui di kolam terpal. Selain itu ikan yang di budidayakan pada kolam terpal relatif jarang terserang penyakit.
  1. Kelangsungan Hidup Ikan Lebih Tinggi
Karena kualitas air yang lebih terkontrol serta minimnya serangan hama dan penyakit maka kelangsungan hidup (survival rate) ikan ikan yang dibudidayakan lebih tinggi. Pengalaman pembudidaya lele sangkuriang pada kolam terpal, kelangsungan hidup ikan lele yang dipelihara bisa mencapai 95 %.
Demikian beberapa keunggulan kolam terpal untuk budidaya ikan, meskipun memiliki beragam keunggulan, bukan berarti kolam terpal merupakan cara terbaik untuk membudidaya ikan air tawar. Khususnya jika anda ingin membudidaya ikan dalam jangka panjang. Kolam yang lebih permanen akan lebih cocok untuk anda yang ingin menjadikan bisnis budidaya ikan sebagai pemasukan utama anda.
Kekurangan Kolam Terpal
Berikut beberapa kelemahan kolam terpal dibandingkan dengan kolam tanah maupun kolam beton:
  1. Rawan bocor
Lahan tempat meletakkan kolam terpal harus bebas dari sudut-sudut lancip. Hati-hati juga dalam memberikan pakan tambahan untuk ikan, karena terkadang makanan juga dapat menyebabkan kebocoran pada terpal. Hewan pengerat seperti tikus juga senang mengunyah terpal sehingga tikus juga merupakan salah satu penyebab utama bocornya kolam terpal. Terpal juga mungkin tertusuk kawat atau paku dari bambu penegak dinding kolam.
  1. Mudah lapuk karena hujan
Peternak juga harus mencari cara agar bagian luar kolam terpal tidak sering terkena hujan, karena dapat menyebabkan terpal lapuk. Hal ini juga akan mengakibatkan rusaknya terpal sebelum waktunya.
  1. Tidak awet
Usia rata-rata kolam terpal hanya sekitar 2 tahun. Sementara kolam tanah dan kolam beton dapat berusia hingga puluhan tahun selama dijaga agar tidak terlalu berlumut.
  1. Miskin ion-ion dan mineral dari tanah
Salah satu keunggulan kolam tanah adalah karena tanah banyak mengandung mineral renik yang penting bagi nutrisi ikan. Tanah juga berfungsi sebagai penstabil ion dalam air. Ketika air kekurangan ion, tanah akan memberikannya. Ketika air kelebihan ion, tanah akan mengikatnya. Ikan yang dibiakkan di kolam terpal mungkin tidak tumbuh sebesar dan secepat ikan yang dibiakkan di kolam tanah kecuali jika pemilik menambahkan zat tambahan seperti mineral ke dalam air kolam terpal.
  1. Air kolam terpal lebih cepat bau
Hal ini disebabkan karena kolam terpal tidak memiliki bakteri yang dimiliki oleh kolam tanah yang berfungsi sebagai perombak bahan organik dan penyuplai mineral bagi bakteri. Perombakan bahan organik yang cepat akan membantu mengurai pakan ikan yang tidak habis sehingga tidak berada terlalu lama di dalam air. Kolam terpal akan lebih cepat bau karena proses pembusukan pakan ikan yang tidak habis akan memakan waktu lebih lama dan dapat mengurangi kadar oksigen dalam air karena proses pembusukan (oksidasi) membutuhkan oksigen.
Pemilihan jenis kolam tentu akan sangat bergantung pada tujuan anda beternak ikan. Jika anda mempertimbangkan masalah biaya, mobilitas, dan kemudahan pengembangan, tentu anda akan memilih kolam terpal. 

Sumber :
-      Mas Anto.  2014. Kelebihan dan kekurangan bentuk bahan kolam terpal untuk ikan patin.  Didownload dari laman  https://www.banyudadi.com.
-       Anonim. 2018.  Kelebihan dan kekurangan  budidaya ikan di kolam terpal.  Didownload dari  https://blog.agromaret.com.

Jumat, 22 Maret 2019

BUDIDAYA IKAN DENGAN PAKAN ALTERNATIF

Pada usaha  budidaya ikan, pemberian pakan merupakan salah satu kunci utama agar ikan budidaya cepat besar dan bisa segera dipanen. Cara pemberian pakan yang baik serta kandungan nutrisi yang mencukupi dalam pakan tersebut akan membuat ikan tumbuh dengan pesat.
Ketersediaan pakan bagi usaha budidaya ikan yang  kita pelihara merupakan syarat utama dalam usaha budidaya perikanan. Agar budidaya ikan berjalan dengan baik pakan harus tersedia sesuai dengan kebutuhan. Dalam usaha budidaya perikanan, pakan merupakan komponen utama dalam usaha pembesaran mapun pembibitan ikan. Pakan ikan yang baik adalah pakan yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Pakan ikan yang memenuhi syarat tersebut dengan mudah bisa kita dapatkan dipasaran. Namun kendalanya pakan ikan buatan pabrik atau pelet harganya mahal, hal ini menjadi masalah utama para peternak ikan
Dalam budidaya ikan air tawar, umumnya kita mengenal pelet sebagai pakan ikan paling praktis. Bahkan, bukan hanya praktis, melainkan memang mengandung nutrisi lengkap yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan ikan. Pembudidaya ikan air tawar yang sudah berpengalaman tentu akan mencari pakan alternatif ikan sebagai pendamping pelet untuk menekan biaya produksi. 
            Pelet buatan memang mengandung  kadar nutrisi yang sangat tinggi, namun penggunaan pakan pelet memiliki kelemahan, yaitu dari sisi harga yang kian melambung. Hal ini diakibatkan harga bahan bakunya yang fluktuatif serta produsen yang tidak mau menurunkan harga saat harga bahan baku turun.
                Pakan ikan yang baik harus mengandung gizi seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan energi dalam jumlah mencukupi sehingga dapat menunjang pertumbuhan ikan dengan baik. Pakan yang berkualitas tergantung pada bahan baku pakan yang berkualitas, maka ketersediaan bahan baku harus terjaga secara kualitas dan kuantitas (Ayuda, 2011). Pakan ikan umumnya memiliki komposisi berupa tepung ikan, tepung udang, tepung kedelai, bekatul, vitamin dan mineral. Pakan ikan terdiri dari dua macam yaitu pakan alami dan pakan buatan. Pakan alami biasanya dalam bentuk makhluk hidup (plankton) yang agak sulit untuk dikembangkan. Sedangkan pakan buatan berasal dari bahan yang diolah dari beberapa bahan yang memenuhi kebutuhan ikan. Salah satu pakan ikan buatan yang paling banyak dijumpai dipasaran adalah pelet.
            Pakan yang baik juga harus mengandung berbagai macam mineral, yakni makro mineral dan mikro mineral. Makro mineral terdiri dari kalsium (Ca), magnesium (Mg), natrium (Na), kalium (K), fosfor (P), klorida (Cl) dan sulfur (S). Mikro mineral terdiri dari besi (Fe), seng (Zn), mangan (Mn), tembaga (Cu), iodium (I), kobalt (Co), nikel (Ni), fluor (F), krom (Cr), silikon (Si) dan selenium (Se). Seperti halnya vitamin, mineral dibutuhkan dalam jumlah kecil namun memiliki peran yang sangat penting. Dalam tubuh ikan mineral berperan dalam membangun struktur tulang ikan dan berperan dalam fungsi metabolisme.
Pakan alternatif bisa diperoleh dari banyak bahan baku di sekitar kita, namun sebaiknya Anda tetap selektif.  Berikut ini daftar pakan alternatif ikan air tawar yang bisa di gunakan dalam budidaya ikan air tawar. 
1. Keong Sawah dan Bekicot


Yang pertama-tama sekali disarankan dan mudah diperoleh adalah keong sawah dan bekicot. Bagi pembudidaya yang hidup dipedesaan tentu sudah mengetahui bahwa keberadaan keong sawah dan bekicot seringnya dianggap sebagai hama yang sangat mengganggu tanaman petani seperti pada dan sayur-sayuran.
            Bekicot (Achatina fulica) merupakan bahan hewani yang jarang dimanfaatkan didalam pakan ikan. Banyak masyarakat yang beranggapan bekicot hanya hewan pengganggu yang harus dibasmi.
Nah seringnya keong ini dipunguti dan dikumpulkan kemudian dibuang begitu saja dipinggir jalan. Padahal jika kita tahu kandungan dagingnya yang tinggi protein ini merupakan bahan baku pakan alternatif ikan air tawar yang sangat ideal.
Untuk mendapatkan keong sawah memang lebih mudah jika lokasi budidaya ikan berada didekat sawah atau rawa. Namun anda juga bisa membudidayakan keong sawah sendiri untuk pakan ikan air tawar anda. Ikan lele, nila, patin, mas dll sanagt menyukai cacahan daging keong dan bekicot. Agar tidak menimbulkan kanibalisme pada lele maka daging keong sebaiknya direbus atau dibakar terlebih dahulu. 

2. Cacing Tanah

Cacing tanah terutama jenis Lumbricus Rubella kini sedang populer untuk dibudidayakan guna menjadi pakan alternatif ikan air tawar. Hampir semua jenis ikan air tawar sanagt menyukai cacing tanah. Pada budidaya cacing tanah sendiri sangat mudah dan murah karena pakannya berasal dari sampah dan kotoran. Nantinya cacing ini diumpankan pada ikan karena daging cacing juga diketahui mengandung kadar protein tinggi bahkan melebihi keong mas.  Bagi yang mencoba membudidayakan ikan air tawar ada baiknya agar juga menyiapkan lokasi budidaya cacing tanah terlebih dahulu.
3. Ikan Rucah

Ikan rucah ini sangat mudah dijumpai di tempat pelelangan ikan dimana ukurannya sangat kecil sehingga nelayan hanya menjualnya dengan harga murah bahkan terkadang dibuang begitu saja. Untuk usaha budidaya ikan lele yang bersifat karivora maka pembudidaya  bisa memberikan pakan berupa ikan rucah yang ukurannya lebih kecil atau anda juga bisa mencacahnya terlebih dahulu. 
Pemberian pakan alternatif berupa ikan rucah ini hanya cocok untuk jenis ikan lele dan ikan patin yang mana ikan rucah sebaiknya dicacah atau dipotong kasar  dan direbus terlebih dahulu.
4. Katak (Kodok Hijau)
katak sawah atau kodok hijau juga meupakan hewan yang dagingnya mengandung protein tinggi dan bagus untuk dijadikan pakan alternatif. Untuk katak ini anda tidak usah mencacah dagingnya melainkan anda bisa memelihara banyak katak dewasa dalam kolam hingga diperoleh berudu (kecebongnya). Kecebong yang sudah agak besar bisa diumpankan ke ikan.  

5. Ikan Kecil
Hampir sama dengan katak, jenis ikan kecil seperti ikan citol, wader, guppy dll bisa dimanfaatkan untuk menjadi pakan altetnatif bagi ikan karnivora seperti ikan lele dan ikan patin. Peliharaah ikan kecil tadi dalam kolam khusus dan biarkan mereka berkembang biak untuk kemudian ditangkap dan diumpankan pada kolam lele atau patin.
6. Azola
Jika dari tadi membahas pakan alternatif hewani maka kini kita juga punya pakan alternatif nabati yang bagus yaitu azola. Azola adalah tanaman air mengapung yang diminati oleh hampir semua jenis ikan namun terutama adalah ikan lele. Pakan azola bisa hidup dan berkembang biak di kolam anda dengan sendirinya namaun khusus pada kolam lele pastilah akan cepat habis dimakan ikan lele saat dewasa.
7. Ampas Tahu
Kita ketahui bahwa limbah pengolahan kedelai yang satu ini juga terkenal mengandung protein nabati yang tinggi. Ia akan sangat cocok jika dijadikan pakan alternatof apalagi jika dicampur dengan tepung ikan atau cacahan keong. Ampas tahu juga bisa dicampur dengan bekatul untuk kemudian difermentasika terlebih dahulu sebelum diumpankan.
Itulah beberapa daftar pakan alternatif ikan air tawar yang direkomendasikan untuk usaha budidaya ikan air tawar agar dapat menekan biaya produksi dengan mengurangi pemberian pakan pelet. Tentunya pakan alternatif lainnya juga masih ada dan mungkin anda bisa mencarinya dengan patokan bahwa pakan alteratif ikan haruslah memiliki kadar protein tinggi.
Sumber :
-       Anonim.  2018.  7 Daftar pakan alternative ikan air tawar.  Didownload ari laman                  https://ilmubudidaya.com.
-       Anonim.  2016.  Pakan alternatif langkah meningkatkan penghasilan masyarakat.                     Didownload dari laman .http://www.biru.or.id.
-       Anonim.  2018.  Ini dia pakan alternative air tawar.  Didownload dari laman                             https://bulelengkab.go.id.