Senin, 03 Desember 2018

Perkedel Ikan Lele

PERKEDEL IKAN LELE


Ikan Lele adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Ikan Lele dapat diolah menjadi berbagai macam makanan yang dapat menggugah selera. Bagi penggemar Ikan Lele, salah satu olahan yang patut dicoba adalah Perkedel ikan lele. Bahan dan cara memasaknya pun sangat gampang untuk dicoba sendiri di rumah, dan rasanya tidak akan kalah dengan hasil olahan ikan lain lho. 

Biasanya perkedel terbuat dari ubi atau kentang plus telor. Kali ini kita akan menyajikan perkedel ikan lele, karena bahan utamanya dari ikan lele.  Prinsip pembuatan Perkedel Ikan Lele sama seperti membuat Perkedel Kentang pada umumnya, hanya mengganti kentang dengan Ikan Lele. Mungkin bisa dimodifikasi nantinya dengan cara mengganti dengan jenis ikan lain atau daging lain. Untuk bumbu halus, pastikan merasakan dahulu rasa adonan sebelum dicampur dengan telur kocok agar rasanya pas sesuai selera.

Bahan:

1 kg ikan Lele
1 butir telur ayam

Haluskan:

4 siung bawang putih
Merica dan garam secukupnya.

Cara Memasak:

1.         Bersihkan perut dan buang kotoran Ikan Lele, biarkan utuh, tidak perlu dikerat punggungnya (seperti saat mau menggoreng).
2.         Kukus dalam panci tertutup selama kurang lebih 20-25 menit atau hingga matang. Angin-anginkan hingga dingin.
3.         Fillet daging Ikan Lele yang telah matang, pastikan bersih dari duri agar aman saat dimakan.
4.         Tekan-tekan daging Ikan Lele hingga hancur, campur dengan bumbu halus.
5.         Kocok lepas telur ayam, campurkan ke dalam adonan Ikan Lele.
6.         Bentuk menjadi bulatan-bulatan seperti perkedel.
7.         Goreng dalam minyak panas hingga kuning kecokelatan.
8.         Angkat dan tiriskan. 
9.     Perkedel Ikan Lele siap dinikmati sebagai lauk

Sumber :


·      Lestari, Endang.  2009. Resep, Indonesia Kumpulan  didownload dari laman  http://www.lestariweb.com/Indonesia/PerkedelIkan.php
          -      Prananta, Febri, 2015.  Kue sambosa ala restoran didownload dari laman dihttp://gudangresep88.blogspot.com
·      Sholiha, Nisa. 2017.resep sambosa praktis didownload dari laman http://www.kerjanya.net

Pempek Ikan Toman


RESEP PEMPEK IKAN TOMAN

Pempek  atau empek-empek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari daging ikan yang digiling lembut dan dicampur tepung kanji, dengan tambahan telur, bawang putih halus, penyedap rasa dan garam.  Disajikan  disajikan dengan kuah saus berwarna hitam kecokelat-cokelatan, yang disebut cuka atau cuko (bahasa Palembang). Cuko terbuat dari air, gula merah, ebi (udang kering), cabai rawit tumbuk, bawang putih, dan garam. Sebagai pelengkap, makanan ini menggunakan mentimun yang diiris dadu.
Biasanya pempek palembang terbuat dari daging ikan tenggiri atau gabus, kali ini kita akan coba membuat pempek dari ikan toman.


Cara membuat pempek ikan toman

 Bahan :


1.             1 kg tepung sagu (kualitas baik)
2.             1 kg daging ikan toman (giling halus)
3.             250 ml air es
4.             Secukupnya air bersih (rebus)
5.             1 sdt garam halus
6.             1 1/2 sdt penyedap rasa
7.             Secukupnya minyak (untuk menggoreng)

Bahan kuah :

1.             3/4 liter air bersih
2.             150 gr bawang putih ( cincang halus )
3.             60 gr air asam jawa
4.             250 gr gula merah ( sisir halus )
5.             1 sdm ebi kering bubuk
6.             100 gr cabe rawit ( haluskan )

Cara membuat kuah pempek ikan toman:

1.             Siapkan wadah, lalu masukkan air, air asam jawa dan gula merah, rebus sampai mendidih
2.             Masukkan cabe rawit, bawang putih, ebi dan garam, lalu aduk sampai tercampur merata.
3.             Angkat dari kompor, lalu biarkan hingga menjadi hangat.
 

Cara membuat pempek :

1.          Siapkan wadah, lalu masukkan ikan, garam, penyedap rasa dan air es, campur dengan daging ikan toman(sudah digiling), lalu aduk sampai merata.
2.          Masukkan tepung sedikit demi sedikit, uleni hingga adonan menjadi pas dan kalis.
3.          Ambil secukupnya adonan pempek, lalu bentuklah dengan sesuai dengan ukuran (selera)
4.          Masukkan adonan pempek yang sudah selesai dibentuk kedalam air yang mendidih, tunggu hingga matang (mengapung), lalu angkat dan tiriskan.
5.          Siapkan wajan, panaskan minyak goreng, lalu goreng adonan pempek hingga matang (cirinya: bagian kulitnya berwarna kecoklatan).
6.          Angkat, lalu tiriskan.
7.          Lalu potong-potong pempek goreng tersebut.
8.          Pempek ikan toman siap disajikan.

Sumber :

-          http://wartakota.tribunnews.com/2013/03/01/pempek-gabus-dido-resep-warisan-ibunda
-          https://www.merdeka.com/2018/02/22/gaya/cara-membuat-empek-empek-kln.html

Kamis, 29 November 2018

PLUS MINUS BUDIDAYA IKAN DI KARAMBA (KJA)



Budidaya ikan adalah salah satu cara untuk mengembangbiakkan ikan baik di kolam sawah sebagai mina padi maupun dengan keramba yang dikembangkan di semua daerah.
Keramba jaring apung adalah salah satu wadah budidaya perairan yang cukup ideal, yang ditempatkan dibadan air dalam, seperti waduk, danau dan laut. Keramba jaring apung merupakan salah satu wadah untuk penerapan budidaya perairan sistem intensif. Prinsipnya semua jenis ikan laut dan ikan air tawar dapat dipelihara pada keramba jaring apung. 

Pada dasarnya segala sesuau yang dikembangkan selalu memiliki kelebihan serta kekurangan, begitupun dengan sistem Jaring Apung ini dan sama halnya dengan menggunakan kolam terpal, kolam tembok ataupun kolam tanah sebagai media tanamnya.  Dari hasil uji coba yang dilakukan bisa ditarik kesimpulan Karmba Jaring Apung  (KJA )yang digunakan sebagai media tanam memiliki kelebihan sebagai berikut ;
1.    Mempermudah Proses Penyortiran
Dengan menggunakan sistem Karamba Jaring Apung (KJA)  akan mempermudah dan mempercepat proses penyortiran karena bagi yang memiliki kolam didataran rendah khususnya yang kesulitan membuang air dalam kolam akan sangat terbantu sekali ketika akan melakukan proses penyortiran ikan.
2.    Mempercepat Proses Panen
Dalam proses pemanenanpun dengan menggunakan  Karamba Jaring Apung (KJA) petani tidak susah payah membuang air, pemanenan dilakukan sama halnya ketika melakukan proses penyortiran yang tentunya proses panen akan lebih cepat dan tidak perlu mengeluakan tenaga ekstra.
3.    Menjaga Benih Dari Predator Lain
Pada kolam tanah sering kali ditemukan berkeliaran hama yang memakan benih ikan yang ditabur terutama ketika benih masih berukuran kecil, predator-predator / hama tersebut biasanya adalah ular, belut, ikan sapu dan lainnya. Apabila menggunakan  Karamba Jaring Apung (KJA) ini kemungkinan benih dimangsa oleh hama tersebut diatas bisa dicegah yang tentunya ketika panen tiba hasil yang didapat bisa maksimal.
4.     Megurang Tingkat Penyebaran Penyakit


Dengan Karamba Jaring Apung (KJA) ini ikan yang terdapat dalam jaring ternyata lebih kebal dibandingkan dengan yang ada dikolam lepas, bahkan ketika ada ikan yang terserang penyakit ketika dipindahkan kedalam jaring bisa sembuh dalam hitungan hari tanpa pemberian obat.
5.    Sebagai Antisipasi Banjir
Bila terjadi banjir, karamba jaring apung dapat segera diangkat dan dipindahkan ke tempat lain/ dipindahkan lokasinya.
6.    Dapat diterapkan pada semua spesies ikan
Hampir semua jenis ikan bisa dipelihara dengan sistem budidaya karamba jaring apung (KJA) ini.
7.    Ideal diterapkan di perairan terbuka
Pada daerah yang terbuka dan kondisinyab perairanya bagus dan tidak tercemar, sangatlah tepat menerapkan sistem budidaya ini.
Namun dibalik kelebihan juga ada kekurangan dari budidaya ikan dengan karamba jaring apung (KJA) ini , diantaranya :
1.    Modal Tambahan
Untuk menggunakan Karamba Jaring Apung (KJA) hal pertama yang paling penting adalah memiliki jaringnya, untuk mendapatkannya tentu saja harus harus sedikit merogoh kocek, sekedar informasi, selain jaring dibutuhkan pula bambu yang digunakan sebagai tiang jaring.
2.    Tambahan Pakan
Selain adanya tambahan biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli jaring dibutuhkan pula sedikit tambahan biaya lagi untuk persediaan pakan. Ketika ikan berada dikolam bisa bergerak dengan bebas yang memungkinkan mencari makanan sendiri, namun ketika  dipindahkan kedalam jaring secara otiomatis pergerakan ikan dibatasi oleh jaring sehingga sulitnya untuk mencari makanan sendiri, tambahan pakan ini diperlukan sebagai cadangan makanan agar ikan tidak saling memakan, cadangan makanan ini berupa limbah pasar seperti limbah sayuran dan buah-buahan serta limbah dapur seperti nasi basi dsb.
3.    Harus Melakukan Pengecekan Jaring
Sedikit agak ribet memang, selain harus mengeluarkan biaya dibutuhkan juga ketelitian. Hal ini dilakukan agar tidak adanya jaring yang bocor atau sobek akibat tergerus oleh benda tajam seperti batu yang ada didasar kolam ataupun bisa diakibatkan oleh kepiting yang berusaha masuk kedalam jaring, pastikan pemeriksaan ini dilakukan secara rutin untuk menghindari keluarnya ikan dari dalam jaring.  

Sumber :